akarta (ANTARA News) - Para ilmuwan telah mencoba teknologi kamuflase
optik sehingga satu mobil Mercedes F-Cell bisa nyaris tidak terlihat.
Terpal
yang menutupi salah satu sisi dilapisi LED. Di sisi lain ada satu
kamera digital SLR dengan fungsi merekam pemandangan yang tertutupi bodi
mobil.
Teknologi tersebut dirintis oleh para ilmuwan di
Universitas Tokyo, prinsipnya sama dengan teknologi "blue screen" yang
biasa digunakan saat acara prakiraan cuaca di televisi.
Video iklan Mercedes mengambil lokasi di jalan tol Hamburg dan jembatan di Bavaria.
Komentar-komentar
yang muncul mengiringi video di YouTube itu bervariasi mulai dari
khawatir akan ada tabrakan gara-gara pengemudi lain tidak melihat mobil
itu. Komentar lain menyebut keunggulan terpal itu adalah bisa
menghindari tiket parkir.
Video selengkapnya tentang mercedes tersebut bisa dilihat dibawah ini.
Sebuah kendaraan pastinya
memerlukan ketelitian dan kemampuan dari seseorang untuk
mengemudikannya. Sebagus apapun kendaraan, namun jika tidak ditunjang
oleh sumberdaya manusia di belakang kemudinya pasti akan rentan terjadi
kecelakaan.
Contoh yang paling sering dijumpai yaitu kecelakaan
akibat pengemudi yang mengantuk. Tetapi kini pengemudi bisa tidur di
mobil dengan nyaman, bahkan tuna netra pun bisa mengendarai mobil. Itu
semua dapat terealisasi karena telah ditemukannya teknologi mengemudi
otomatis oleh Google.
Dilansir harian Daily Mail, Jumat
30 Maret 2012, perusahaan mesin pencari, Google telah membuat terobosan
yang mengubah cara berkendara mobil, yang memungkinkan seorang tuna
netra bisa mengemudi.
Sistem yang dinamakan
Google Self Driving Car User #0000000001 telah diresmikan sejak tahun
2010. Namun, baru-baru ini diujicobakan dengan menempatkan Steve Mahan
yang mengalami kebutaan 95 persen sebagai pengemudinya.
Mobil
Toyota Prius yang dipasangkan teknologi ini berjalan dengan mulus saat
mengantar Steve berjalan-jalan di sekitar kota Morgan Hill, California,
Amerika Serikat.
Tanpa terlibat dengan setir dan pedal gas, mobil
ini dapat melaju karena menggunakan kamera, radar, dan laser yang
dipasang di mobilnya. Teknologi ini merupakan sebuah terobosan yang
mengagumkan dan masih butuh waktu untuk menyempurnakannya.
Raksasa Google kini sedang melakukan langkah besar. Perusahaan itu
mengumumkan sebuah proyek mengagumkan yang belum pernah ada sebelumnya;
Project Glass. Menciptakan sepasang kacamata Augmented Reality (AR) yang fungsinya sangat menakjubkan.
Proyek
baru ini dirintis oleh Google[x], perusahaan pengujian teknologi
rahasia Google di Mountain View, California. Kabar tentang adanya proyek
ini sudah santer semenjak Febuari lalu. Kian ramai dibicarakan sesudah
pengumuman itu, Rabu,4 April kemarin
.
"Kelompok
kami dari Google[x] memulai Project Glass untuk membangun teknologi
ini. Salah satunya yang akan membantu Anda menjelajahi dan berbagi dunia
Anda," tulis perusahaan itu dalam posting di Google+ seperti dilansir DigitalTrends.
Bersamaan
dengan pengumuman itu, Google juga merilis sebuah video konsep yang
menunjukkan beberapa cara kacamata AR yang dapat digunakan. Kacamata ini
juga berfungsi seperti yang ada pada smartphone. Misalnya seperti pengingat (reminder),
menulis dan mengirim pesan suara melalui layanan perintah berbasis
suara seperti Siri, peta dan arah, pengambilan foto, hingga video call.
Bagian yang terbaik dari
semuanya ini adalah informasi ini muncul pada lensa. Bahkan, jika Google
benar-benar dapat menciptakan produk yang sebagus di video demonstrasi
itu, kacamata ini juga bisa berfungsi sebagai telepon.
Lihat demonstrasi kacamata itu dalam video di tautan ini.
Namun belum ada
keterangan kapan proyek baru ini akan dirilis. Apa saja jenis fitur
maupun harganya. Para ahli di Google masih mencoba mengkaji seperti apa
nantinya wujud dan fungsi produk ini.
Itu sebabnya Google
mengundang siapa pun di dunia ini yang tertarik dengan proyek itu untuk
memberikan penilaian tentang kacamata itu. Masukan publik itu akan
sangat membantu Google dalam memutuskan apa yang akan dilakukan.