Kamis, 21 Februari 2013

Tuna Netra Kini Bisa Kendarai Mobil


Sebuah kendaraan pastinya memerlukan ketelitian dan kemampuan dari seseorang untuk mengemudikannya. Sebagus apapun kendaraan, namun jika tidak ditunjang oleh sumberdaya manusia di belakang kemudinya pasti akan rentan terjadi kecelakaan.

Contoh yang paling sering dijumpai yaitu kecelakaan akibat pengemudi yang mengantuk. Tetapi kini pengemudi bisa tidur di mobil dengan nyaman, bahkan tuna netra pun bisa mengendarai mobil. Itu semua dapat terealisasi karena telah ditemukannya teknologi mengemudi otomatis oleh Google.

Dilansir harian Daily Mail, Jumat 30 Maret 2012, perusahaan mesin pencari, Google telah membuat terobosan yang mengubah cara berkendara mobil, yang memungkinkan seorang tuna netra bisa mengemudi.
Sistem yang dinamakan Google Self Driving Car User #0000000001 telah diresmikan sejak tahun 2010. Namun, baru-baru ini diujicobakan dengan menempatkan Steve Mahan yang mengalami kebutaan 95 persen sebagai pengemudinya.

Mobil Toyota Prius yang dipasangkan teknologi ini berjalan dengan mulus saat mengantar Steve berjalan-jalan di sekitar kota Morgan Hill, California, Amerika Serikat.

Tanpa terlibat dengan setir dan pedal gas, mobil ini dapat melaju karena menggunakan kamera, radar, dan laser yang dipasang di mobilnya. Teknologi ini merupakan sebuah terobosan yang mengagumkan dan masih butuh waktu untuk menyempurnakannya.

Google Glass

Raksasa Google kini sedang melakukan langkah besar. Perusahaan itu mengumumkan sebuah proyek mengagumkan yang belum pernah ada sebelumnya; Project Glass. Menciptakan sepasang kacamata Augmented Reality (AR) yang fungsinya sangat menakjubkan.

Proyek baru ini dirintis oleh Google[x], perusahaan pengujian teknologi rahasia Google di Mountain View, California. Kabar tentang adanya proyek ini sudah santer semenjak Febuari lalu. Kian ramai dibicarakan sesudah pengumuman itu, Rabu,4 April kemarin
.

"Kelompok kami dari Google[x] memulai Project Glass untuk membangun teknologi ini. Salah satunya yang akan membantu Anda menjelajahi dan berbagi dunia Anda," tulis perusahaan itu dalam posting di Google+ seperti dilansir DigitalTrends.

Bersamaan dengan pengumuman itu, Google juga merilis sebuah video konsep yang menunjukkan beberapa cara kacamata AR yang dapat digunakan. Kacamata ini juga berfungsi seperti yang ada pada smartphone. Misalnya seperti pengingat (reminder), menulis dan mengirim pesan suara melalui layanan perintah berbasis suara seperti Siri, peta dan arah, pengambilan foto, hingga video call.
Bagian yang terbaik dari semuanya ini adalah informasi ini muncul pada lensa. Bahkan, jika Google benar-benar dapat menciptakan produk yang sebagus di video demonstrasi itu, kacamata ini juga bisa berfungsi sebagai telepon.
Lihat demonstrasi kacamata itu dalam video di tautan ini.
Namun belum ada keterangan kapan proyek baru ini akan dirilis. Apa saja jenis fitur maupun harganya. Para ahli di Google masih mencoba mengkaji seperti apa nantinya wujud dan fungsi produk ini. 
Itu sebabnya Google mengundang siapa pun di dunia ini yang tertarik dengan proyek itu untuk memberikan penilaian tentang kacamata itu. Masukan publik itu akan sangat membantu Google dalam memutuskan apa yang akan dilakukan. 
Sumber:VivaNews